bagi bintang,
engkau adalah punggung kuda,
anak rusa,
bersemayam di bunga mawar
mana jiwa yang anggun
meninggalkanmu berbisik
mana raut wajah itu
selama kamu berjalan dalam gelap
cahaya kan menghilang dari jejak kakimu
perlahan
mengapa nafasmu nan harum menjauh
dari jalanku
biarkan kamu menanggung sakit
Wahai Tuhan Yang Maha Tenang
Kau ciptakan ketenangan yang mengerikan
penuhi jiwaku dengan rasa lapar
Padahal,
ingin kujadikan bayang-bayang
sebagai tempat tidur
Nurani,
kenangan mana yang mampu
teteskan air mata kehinaan sanubari,
ikutlah denganku
bebaskan yang terpenjara perlahan-lahan.